Dia…


Dia yang menyenangkan walau tanpa bicara,
Dia yang mendamaikan dengan redup mata,
Dia yang mengenyahkan duka dengan rasa cinta,
Dia bonda kesayangan anakanda.

Dia yang menyopankan santun bahasa,
Dia yang menyelerakan sardin dan lempeng istimewa,
Dia yang mencurah kasih di dalam tutur kata,
Dia kekanda kesayangan adinda.

Tidak pernah sekalipun telinga ini tercalar pada katanya,
Tidak pernah sekalipun lidah ini berkata nista terhadapnya,
Tidak pernah sekalipun sanubari ini merasa luka kerananya.

Di waktu dunia seakan ingin menolak ke lembah,
Dia datang menghulur tangan menenteramkan jiwa.

Dia pengganti kekanda yang telah tiada,
Kini dia mengikut jejak yang sama,

Tiada lagi…
Kini… Hanyalah…
Tiada lagi.

Semuanya bahagia bila bersamanya.
Segalanya sentosa bila bersamanya.

Duhai malaikat yang menjaganya,
Terang dan luaskanlah ruangnya,

Rasul yang mengasihi umatnya,
Berilah syafaat ketika ia di sana.

Ya Allah, Yang Maha Adil Maha Saksama,
Dengan redhaMu, jemputlah dia ke dalam syurga.

Semoga tenang dia di sana,
Mendoakan segalanya sejahtera,
Damai dan sentosa.

image

-4 Disember 2014-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s